Sunday, 30 November 2014

V-Class Sistem Penunjang Keputusan (Pemrograman Linier dan AHP)

SOAL :

Pemrograman Linier :

Suatu perusahaan akan memproduksi 2 jenis produk yaitu lemari dan kursi. Untuk memproduksi 2 produk tersebut dibutuhkan 2 kegiatan yaitu proses perakitan dan pengecatan. Perusahaan menyediakan waktu 56 jam untuk proses perakitan dan 60 jam untuk proses pengecatan. Untuk produksi 1 unit lemari diperlukan waktu 8 jam perakitan dan 5 jam pengecatan. Untuk produksi 1 unit kursi diperlukan 7 jam perakitan dan 12 jam pengecatan. Jika masing masing produk adalah Rp. 200.000,- untuk lemari dan Rp. 100.000,- untuk kursi. Tentukan solusi optimal agar mendapatkan untuk laba maksimal (Lemari = X ; Kursi = Y).
AHP :
Seorang mahasiswa UG ingin membeli sebuah telpon selular. Setelah melihat-lihat di toko yang terletak di Margo City maka mahasiswa tersebut menentukan ada 3 merk yang kelihatannya dapat memenuhi kebutuhannya akan telepon seluler tersebut, yaitu Apple, Blackberry dan Samsung. Namun demikian, ia masih merasa kesulitan untuk menentukan telpon seluler mana yang harus dibeli. Ia minta bantuan mahasiswa teman satu kosnya yang sudah belajar AHP untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahamannya dalam menentukan keputusan untuk pembelian telpon seluler tersebut. Setelah berdiskusi dengan temannya, maka didapatkan bahwa kriteria yang dibandingkan untuk produk telpon selular adalah battery, camera dan touch screen. Adapun nilai kepentingan relatif hasil wawancara adalah sebagai berikut :



Battery
Camera
Touchscreen
Battery
1
1/4
3
Camera
4
1
7
Touchscreen
1/3
1/7
1

Hasil wawancara untuk kepentingan relatif dari merk yang dikaji berturut-turut untuk battery, camera dan touch screen adalah sebagai berikut :



Apple
Blackberry
Samsung
Apple
1
4
3
Blackberry
1/4
1
1/2
Samsung
1/3
2
1



Apple
Blackberry
Samsung
Apple
1
5
3
Blackberry
1/5
1
¼
Samsung
1/3
4
1



Apple
Blackberry
Samsung
Apple
1
1/3
1/7
Blackberry
3
1
½
Samsung
7
2
1

Buatlah hirarki penyelesaian persoalan, selesaikan perhitungan agar dihasilkan keputusan (gunakan 3 digit decimal di belakang titik).

Jawaban:

Wednesday, 22 October 2014

English For Business Assignment


In a mall, I would buy a trouser for my brother.
Shopkeeper       : What can I do for you, Sir?
Me                    : I want to buy two pieces of trousers for my brother.
Shopkeeper       : What size is he?
Me                    : Size L.
Shopkeeper       : What colour is he interested in?
Me                    : He likes blue ones.
Shopkeeper       : Here are blue trousers. Do you like these?
Me                    : No, I meant blue-black.
Shopkeeper       : How about these?
Me                    : Exactly. How much are they?
Shopkeeper       : A hundred and fifty thousand rupiahs.
Me                    : Wow! They are too expensive. May I bargain?
Shopkeeper       : I am sorry, but you may not. It is fixed price.
Me                    : Alright. I’ll take them. Here is the money.
Shopkeeper       : Here are the trousers. Thank you.

Wednesday, 11 June 2014

Wacana

Wacana

“Bosen nih, lo ada film baru ga? Yang seru gitu buat ditonton.” Tanya Rafa kepada kedua temannya Baim dan Putra.
“Ada nih, gue baru beli dvd film 5cm. Udah pada nonton belom?” Sahut Baim.
“Belom-belom, kemaren niatnya mau nonton film itu di bioskop sama pacar, tapi lupa kan gue ga punya pacar. Jadinya ga jadi deh.” Jawab Putra sambil memasang muka polos.
“Yaudah ayo nonton deh, gue juga belom nonton nih!” Sahut Rafa.

Akhirnya mereka bertiga menonton film itu di kostan temannya Baim, karena mereka bertiga tidak punya kostan. Adegan demi adegan berlalu. Mereka bertiga seakan larut kedalam film dan menghayatinya, ditemani dengan keripik singkong yang dibelinya di toko waralaba dan segelas kopi yang dipesan di warung depan kostan.

Tak terasa film pun habis dan mereka bertiga menjadi tertantang setelah menonton film tadi.

“Pokoknya kita harus naik gunung!” Ucap Rafa.
“Iya, gue ga bisa diem aja dirumah, mumpung masih muda harus cari pengalaman baru! Gue mau naik gunung! “ Ucap Putra dengan semangant membara.
“Jadiin nih ya, gimana kalo minggu depan, gue yang mesen tiket keretanya. Setuju?” Tanya Baim.
“SETUJU!” Rafa dan Putra serempak menjawab.

Setelah membuat janji akhirnya Baim membeli tiket kereta api untuk tiga orang yang akan berangkat pada hari minggu jam 6 pagi. Baim segera memberitahu teman-temannya untuk mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan dan memberikan tiket yang telah dibeli tadi.

Hari-hari berlalu, semangat setelah menonton film pun makin hari makin memudar. Seakan hampir lupa dengan janji yang mereka buat, pada hari sabtu itu mereka jalan-jalan ke mall. Pada saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Rafa teringat akan janji mereka.

“Bro, besok kan kita harus ke stasiun pagi-pagi.” Ucap Rafa.
“Emang kita mau ngapain ke stasiun pagi-pagi, mau ngepel stasiun? Hahaha” Jawab Putra dengan bercanda.
“Ohiya, kita kan janji mau naik gunung, inget ga? Waktu itu kita habis nonton film 5cm! Tiketnya udah gue pesen lagi. Duuuh…” Jawab Baim sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Mereka bertiga seakan lupa dengan janjinya. Setelah mengobrol sengit membicarakan tentang naik gunung esok hari, Putra menemukan topik baru yang bisa menggeser topik tentang naik gunung. Akhirnya merka mengobrol sampai larut malam. Keesokan harinya mereka bertiga tidak ada yang bangun pagi, semuanya kesiangan dan otomatis tiket kereta yang sudah dipesan hangus dan janji mereka berakhir hanya sebagai wacana.

Software Ini Baru Rilis Setelah 54 Tahun


Tampilan OpenXanadu
KOMPAS.com - Project Xanadu adalah konsep publikasi dokumen elektronik secara interaktif melalui komputer yang awalnya mulai dikembangkan pada tahun 1960. Namun, piranti lunak ini berkali-kali mengalami penundaan dan tak kunjung dilepas ke pasaran.

Hingga akhirnya, The Guardian melaporkan bahwa Xanadu telah diperkenalkan ke publik tanpa disertai banyak kehebohan di Universitas Chapman, Amerika Serikat, pada akhir April 2014 lalu.

Jeda waktu selama 54 tahun itu menjadikan Xanadu sebagai software yang paling telat dirilis sepanjang sejarah.

Ted Nelson, pengembang awal Xanadu, adalah pencetus istilah "hypertext" (tautan/ link) di mana sepotong bagian teks dokumen bisa di-klik untuk menuju ke bagian dokumen lain. Isitilah ini diabadikan sebagai awalan  "ht" di prefix internet "http".

Xanadu sendiri adalah proyek hypertext pertama di dunia. Software ini memungkinkan pengguna membuat dokumen yang terkait melalui tautan dua arah ke sumber -sumber. Meskipun sumber mengalami pembaruan, tautan tadi tak akan berubah menjadi broken link, tidak seperti model link satu arah yang ada sekarang.

Xanadu hampir menjadi sistem manajemen informasi yang digunakan di internet, namun kalah cepat dari World Wide Web bikinan Tim Berners-Lee pada akhir dekade 80-an.

Versi Xanadu yang dipublikasikan pada akhir April lalu bernama OpenXanadu. Bentuknya adalah dokumen sederhana yang dibuat berdasarkan kutipan-kutipan dari delapan sumber disertai tautan ala Xanadu.

Meski tak jadi diadopsi sebagaii protokol hypertext di internet, Nelson mengatakan bahwa Xanadu masih bisa dipakai untuk format lain. "Kami masih dapat berkompetisi dengan PDF yang menyimulasikan kertas, dengan menunjukkan koneksi ke teks," katanya.
Sumber: The Guardian
Editor: Wicak Hidayat

Developer Indonesia Raih Prestasi di Kompetisi Microsoft


Screenshot dan icon aplikasi Momento, karya Madina Technologies.
KOMPAS.com - Developer Indonesia, Madina Technologies, melalui aplikasi Momento-nya meraih prestasi di kompetisi Imagin8 Mission. Momento menjadi salah satu runner up dalam kompetisi tersebut. 

Imagin8 Mission menantang para developer menggunakan Nokia Imaging Software Development Kit (SDK) untuk  membuat aplikasi yang dapat memaksimalkan pengalaman imaging bagi konsumen.

Kids Story Builder, yang dibuat oleh developer asal Australia Jared Homes, memenangkan kompetisi ini. Aplikasi buatannya memudahkan anak-anak untuk menciptakan cerita menarik dengan menggunakan foto asli, memadukannya dengan teks dan bahkan suara mereka sendiri. 

Aplikasi tersebut memanfaatkan fitur terbaru dari Imaging SDK, dan juga terdapat aplikasi untuk Windows 8.1. Jared pada awalnya mengembangkan aplikasi ini untuk putrinya.  

Momento, karya Madina Technologies, adalah aplikasi editor foto ini yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan berbagai macam detil yang menggambarkan apa yang terjadi pada foto yang diambil dengan menggunakan Windows Phone. Misalnya lokasi, peristiwa-peristiwa, kelahiran bayi dan masih banyak lagi. Aplikasi asli buatan Indonesia ini telah diunduh hampir 1 juta kali dari seluruh dunia.
 
Runner up lainnya adalah 4Blend HDR oleh Sebastiano Galazzo dari Italia. Aplikasi ini memungkinkan siapa saja – dari penggemar fotografi hingga fotografer profesional – untuk memanfaatkan kapabilitas imaging yang terdapat pada ponsel Lumia.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/06/11/1132008/Developer.Indonesia.Raih.Prestasi.di.Kompetisi.Microsoft
Editor: Wicak Hidayat


NASA Temukan 715 Planet Baru, 4 di Antaranya "Calon Pengganti Bumi"?


Liputan6.com, Houston Satu per satu rahasia alam semesta berusaha dikuak manusia. Termasuk untuk menjawab sebuah pertanyaan penting: apakah ada kehidupan tempat lain selain di Bumi? 

Terkait itu, pada Rabu, 26 Februari 2014 kemarin, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan penemuan 715 planet baru yang berada di luar Tata Surya kita. Itu artinya, 'tetangga galaksi' Bumi makin bertambah. Ini adalah temuan terbesar NASA. Sebelumnya, baru total 1.000 planet yang ditemukan. 

Sebanyak 715 planet, yang ditemukan oleh teleskop luar angkasa Kepler milik AS itu, mengitari 305 bintang (matahari) yang berbeda. 

Temuan itu kemudian diuji kebenarannya menggunakan sebuah metode baru yang diharapkan dapat membantu para ilmuwan NASA menemukan planet-planet dengan lebih sering dan lebih detil. 

"Kami telah menemukan sebuah cara untuk mengungkap isi jagad raya. Dengan cara itu juga, kami dapat menemukan dan mengumumkan planet baru dengan jumlah 20 kali lebih banyak dari yang pernah kami lakukan," ujar Jack Lissauer, seorang ahli luar angkasa di Pusat Penelitian Ames milik NASA di Negara Bagian California, Amerika Serikat, seperti dimuat di CNN, Kamis (27/2/2014).

Jake menjelaskan, informasi yang didapatkan untuk menguji kebenaran penemuan itu diambil dari data-data perjalanan Kepler pada dua tahun pertama sejak pesawat itu diluncurkan tahun 2009 lalu. Dengan data yang diperoleh Kepler, para ilmuwan NASA lebih bisa memfokuskan penelitian terhadap sejumlah bintang yang diduga memiliki lebih dari satu planet di orbit edar mereka.

"95% planet yang ditemukan berukuran lebih kecil dari planet Neptunus, atau yang berukuran empat kali lebih besar dari Bumi," ungkap NASA.

Dari jumlah yang sangat banyak itu, NASA menyebutkan, ada 4 planet yang berada di zona layak dihuni karena memiliki sejumlah karakteristik pendukung kehidupan, salah satunya air. Keempat planet tersebut berukuran dua kali lebih besar dari Bumi. Satu di antaranya mengelilingi sebuah bintang yang setengah kali lebih kecil dari Matahari yang diitari Bumi. 

Para ilmuwan NASA mengaku sempat meragukan hasil penelitian tiu. Namun, keraguan itu sirna setelah mereka memperoleh lebih banyak data.

"Semakin kami teliti, semakin banyak persamaan yang kami temukan. Dan itu mengingatkan kami dengan rumah (Bumi)," tutur Jason Rowe, wakil pemimpin penelitan ini dari SETI Institute di Mountain View, California AS.

NASA berharap di masa yang akan datang, mereka dapat kembali menemukan lebih banyak planet yang memiliki iklim mirip dengan Bumi dan memiliki potensi untuk ditinggali.

Dengan penemuan NASA itu, planet yang diketahui keberadaannya sampai saat ini berjumlah total lebih dari 1.700 planet.

Diluncurkan pada bulan Maret 2009, Kepler merupakan pesawat luar angkasa milik AS yang digunakan untuk menjalankan misi NASA dalam menemukan planet-planet lain yang memiliki kemiripan dengan Bumi baik di dalam maupun di luar zona layak huni.

"Sejak diluncurkan, Kepler telah membantu kita mengerti tentang keberagaman luar biasa dari planet-planet dan sistem tata surya di galaksi," kata Douglas Hudgins, seorang ilmuwan NASA di bidang Astrofisika -- cabang ilmu astronomi yang berhubungan dengan fisika jagad raya. (Ega Rosalina).

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2016176/nasa-temukan-715-planet-baru-4-di-antaranya-calon-pengganti-bumi

Thursday, 29 May 2014

Kulkas Tanpa Listrik dari Sumatera Juara di AS

Muhtaza Aziziya Syafiq (kiri) dan Anjani Rahma Putri (kanan) bersama pemenang lain dalam acara penerimaan penghargaan Intel ISEF 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dua siswi SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, yaitu Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma, meraih dua penghargaan di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 11-16 Mei 2014. Mereka melakukan penelitian dan pengembangan kulkas tanpa listrik dan tanpa freon.

Melalui karya ilmiah berjudul "Green Refrigerant Box", Muhtaza dan Anjani sukses meraih penghargaan Development Focus Award dan hadiah senilai 10.000 dollar AS dari US Agency for International Development (USAID). Mereka juga meraih Penghargaan Ketiga senilai 1.000 dollar AS di kategori Engineering: Materials & Bioengineering.

Karya ilmiah kulkas tanpa listrik dan freon ini fokus pada pemanfaatan kayu gelam sebagai solusi alternatif untuk pendingin buah dan sayur.

Dengan teknologi yang dikembangkan Muhtaza dan Anjani, suhu awal 28 derajat celsius di kulkas tanpa listrik dan freon ini mampu turun menjadi 5,5 derajat celsius dalam waktu 2 jam 20 menit.

Ide mengembangkan teknologi tersebut didasari atas potensi sumber daya alam buah-buahan dan sayur-sayuran di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Namun, daerah itu memiliki masalah yang berkaitan dengan listrik.

Intel selaku pihak yang membawa teknologi Muhtaza dan Anjani ke Intel ISEF 2014 percaya bahwa generasi muda adalah kunci untuk mengembangkan inovasi. Muhtaza dan Anjani diharapkan bisa menjadi inspirasi siswa lain untuk terlibat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika sebagai dasar untuk kreativitas.
    
“Dunia membutuhkan lebih banyak ilmuwan, kreator, dan pengusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengatasi tantangan global,” kata Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman.

Intel ISEF tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.700 ilmuwan muda yang dipilih dari 435 kompetisi di lebih dari 70 negara di seluruh dunia.

Selain pemenang utama, lebih dari 500 finalis menerima penghargaan dan hadiah untuk penelitian inovatif mereka, termasuk 17 pemenang Best of Category, yang masing-masing menerima hadiah sebesar 5.000 dollar AS. Intel Foundation juga memberikan hibah senilai 1.000 dollar AS untuk masing-masing sekolah dari pemenang dan kompetisi lokal yang mereka wakili.

Selain itu, Intel Foundation juga memilih sejumlah siswa yang mendapatkan penghargaan untuk menghadiri kompetisi sains selama 11 hari di Tiongkok. Mereka berkesempatan berbicara dengan para peneliti Intel di Shanghai dan mengunjungi Pusat Penelitian Panda di Chengdu.