Pulau Kelor
Pulau
Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof merupakan pulau yang berada pada
gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten
Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau Kelor terletak
berdekatan dengan gugusan yang sama dengan Pulau Petondan Besar, Pulau Petondan
Kecil, Pulau Kelapa, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari.
Jaraknya
ke Pantai Ancol sekitar 1,8 kilometer atau satu jam pelayaran dengan kapal
motor. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan
benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di
sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal
berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.
Pulau Onrust
Pulau
Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang
letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat
sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali
dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini
terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga
sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust.
Nama
'Onrust' sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti 'Tidak Pernah
Beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya adalah 'Unrest'.
Terdapat
pula sebuah makam yang konon kabarnya merupakan makam dari pemimpin
pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.
Sejarah
Pulau
Onrust merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke pelabuhan Tanjung Priok
Jakarta Utara. Pulau Onrust ini juga merupakan markas tentara penjajah Belanda
sebelum masuk Jakarta dan mendudukinya. Di pulau inilah tentara Belanda
melakukan aktivitas bongkar muat logistik perang.
Tahun
1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab
Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena
zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di pulau ini
masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda seperti benteng
dan pelabuhan kuno.
Pulau-pulau
lain di sekitarnya seperti Pulau Bidadari (dahulu bernama Pulau Sakit), Pulau
Cipir (Pulau Kahyangan) dan Pulau Kelor dibangun untuk menjadi pendukung pulau
ini. Fasilitas di sini pernah dihancurkan dua kali oleh Britania Raya pada
tahun 1800-an namun setelah itu dibangun kembali oleh Belanda termasuk
pembangunan asrama haji.
Pulau Cipir
Dulu,
jema’ah haji yang baru tiba dari tanah suci pertama kali turun di Pulau Cipir.
Para jema’ah haji itu satu persatu diperiksa kesehatannya, jika mereka membawa
bibit penyakit menular, berarti harus tinggal di stasiun karantina di Pulau
Cipir, namun untuk jema’ah yang dinyatakan sehat akan dibawa ke Pulau Onrust.
Pulau dengan pasir putihnya ini punya nama lain Pulau Kahyangan atau Pulau
Nirwana. Di ujung Pulau Cipir terdapat beberapa pondasi Jembatan Ponton.
Jembatan ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1911. Jika air laut sedang
surut, Anda bisa menyaksikan susunan batu bata merah yang tersusun menjadi
bangunan pondasi dermaga kecil yang dulunya digunakan untuk menerima kedatangan
para jemaah haji yang akan dikarantina di pulau ini.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Kelor
http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Onrust
http://photopackerphotopackers.wordpress.com/destinations/pulau-kelor-pulau-cipir-pulau-onrust/


No comments:
Post a Comment