Wacana
“Bosen
nih, lo ada film baru ga? Yang seru gitu buat ditonton.” Tanya Rafa kepada
kedua temannya Baim dan Putra.
“Ada
nih, gue baru beli dvd film 5cm. Udah pada nonton belom?” Sahut Baim.
“Belom-belom,
kemaren niatnya mau nonton film itu di bioskop sama pacar, tapi lupa kan gue ga
punya pacar. Jadinya ga jadi deh.” Jawab Putra sambil memasang muka polos.
“Yaudah
ayo nonton deh, gue juga belom nonton nih!” Sahut Rafa.
Akhirnya
mereka bertiga menonton film itu di kostan temannya Baim, karena mereka bertiga
tidak punya kostan. Adegan demi adegan berlalu. Mereka bertiga seakan larut
kedalam film dan menghayatinya, ditemani dengan keripik singkong yang dibelinya
di toko waralaba dan segelas kopi yang dipesan di warung depan kostan.
Tak
terasa film pun habis dan mereka bertiga menjadi tertantang setelah menonton
film tadi.
“Pokoknya
kita harus naik gunung!” Ucap Rafa.
“Iya,
gue ga bisa diem aja dirumah, mumpung masih muda harus cari pengalaman baru!
Gue mau naik gunung! “ Ucap Putra dengan semangant membara.
“Jadiin
nih ya, gimana kalo minggu depan, gue yang mesen tiket keretanya. Setuju?”
Tanya Baim.
“SETUJU!”
Rafa dan Putra serempak menjawab.
Setelah
membuat janji akhirnya Baim membeli tiket kereta api untuk tiga orang yang akan
berangkat pada hari minggu jam 6 pagi. Baim segera memberitahu teman-temannya
untuk mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan dan memberikan tiket yang
telah dibeli tadi.
Hari-hari
berlalu, semangat setelah menonton film pun makin hari makin memudar. Seakan
hampir lupa dengan janji yang mereka buat, pada hari sabtu itu mereka
jalan-jalan ke mall. Pada saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Rafa teringat
akan janji mereka.
“Bro,
besok kan kita harus ke stasiun pagi-pagi.” Ucap Rafa.
“Emang
kita mau ngapain ke stasiun pagi-pagi, mau ngepel stasiun? Hahaha” Jawab Putra
dengan bercanda.
“Ohiya,
kita kan janji mau naik gunung, inget ga? Waktu itu kita habis nonton film 5cm!
Tiketnya udah gue pesen lagi. Duuuh…” Jawab Baim sambil menggaruk-garuk
kepalanya.
Mereka bertiga seakan lupa dengan janjinya. Setelah mengobrol sengit membicarakan tentang naik gunung esok hari, Putra menemukan topik baru yang bisa menggeser topik tentang naik gunung. Akhirnya merka mengobrol sampai larut malam. Keesokan harinya mereka bertiga tidak ada yang bangun pagi, semuanya kesiangan dan otomatis tiket kereta yang sudah dipesan hangus dan janji mereka berakhir hanya sebagai wacana.


